Cara Menyimpan Telur Asin Agar Tahan Lama

Januari 17, 2026

Telur asin merupakan kuliner favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sekalipun mungkin tidak dikonsumsi setiap hari, namun ketersediaannya di atas meja makan begitu melegakan bila mana sewaktu-waktu ingin menyantapnya. Ya, ada kalanya telur asin menjadi penyelamat situasi genting, saat lapar melanda sementara lauk pauk dan sayur belum tersedia, atau ketika terburu waktu perlu bekal yang praktis dan instan.

Menyediakan telur asin di rumah menjadi alternatif bagi kita. Selain rasanya yang enak dan nikmat, juga kandungan gizinya yang mencukupi kebutuhan tubuh dan keluarga. Ada satu lagi keunggulan telur asin dibandingkan lauk pauk yang lain, yaitu tidak mudah basi dan tetap enak hingga 3-4 minggu. Tentunya hal ini dengan memperhatikan cara menyimpan telur asin yang tepat agar tahan lama dan kenikmatannya tidak berkurang.

Cara Menyimpan Telur Asin Agar Tahan Lama

Telur asin cukup baik disimpan dalam suhu ruangan, asalkan kondisi cangkangnya tetap utuh, tidak pecah maupun retak. Tempat dan lingkungan penyimpanan juga mempengaruhi ketahanan kualitasnya. Oleh karenanya, perhatikan cara menyimpan telur asin agar tahan lama dan tetap enak berikut ini.

  1. Periksa telur asin tiap butirnya, pisahkan yang retak dari yang utuh. Telur asin yang retak sebaiknya segera dikonsumsi kurang dari 3 hari, atau disimpan dalam wadah tertutup dan dimasukkan ke lemari pendingin.
  2. Letakkan telur asin utuh pada wadah terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara di dalamnya, seperti :
    • Besek bambu atau keranjang yg berongga,
    • Kardus atau karton, karena mampu menyerap udara lembab dan melindungi dari bau sekitarnya,
    • Mangkok atau toples yang terbuka tanpa tutup.
  3. Letakkan wadah berisi telur asin tersebut di tempat yang kering dan terbuka, dan jagalah agar telur asin tetap dalam keadaan kering.
  4. Hindari menyimpan telur asin di :
    • Tempat tertutup dan lembab, karena akan merubah rasa dan aroma telur asin,
    • Wadah yang tergenang air atau terkena cipratan air, karena akan menyebabkan cangkang berjamur hingga telur asin cepat busuk,
    • Tempat yang tidak stabil, yang dapat berakibat telur asin mudah terbentur dan retak. Jika telur asin harus dibawa bepergian, berikan peredam diantara tiap butir telur, seperti jerami, kertas, styrofoam, atau bubblewrap.

Telur asin juga dapat disimpan di dalam lemari pendingin. Hal ini dapat memperpanjang umur telur asin. Perhatikan cara menyimpan telur asin di dalam kulkas agar tahan lama dan tetap enak, di bawah ini :

  1. Untuk telur asin yang utuh, gunakan wadah tertutup berupa besek bambu atau karton/kardus agar telur asin terlindung dari bau dan aroma bahan makanan lainnya.
  2. Untuk telur asin yang retak atau pecah, masukkan ke dalam toples tertutup untuk menjaga telur asin tetap higienis.
  3. Letakkan wadah berisi telur asin tersebut di rak dalam ruang kulkas ataupun rak pintu. Sebaiknya tidak menyimpan telur asin matang di dalam freezer atau chiller, karena akan merubah tekstur putih telurnya. Freezer dan chiller baik digunakan untuk menyimpan kuning telur asin saja.
  4. Sekalipun sudah berada di dalam lemari pendingin, telur asin harus terjaga dalam kondisi tetap kering.
  5. Telur asin utuh yang disimpan dalam kulkas atau lemari pendingin bisa bertahan hingga 40 hari atau lebih. Sedangkan telur asin retak dapat bertahan 7-10 hari.
  6. Saat akan dikonsumsi, telur asin dapat dihangatkan dengan cara dikukus, atau dipanaskan bersama nasi di magicom.
Jika Anda sedang mencari telur asin enak, masir dan asinnya pas, Anda dapat mencoba menikmati Telur Asin Bebek Angon Sokita Jaya. Telur asin yang dibuat dari telur bebek yang diangon atau diumbar di sawah dan sungai, atau dikenal sebagai telur asin organik.
Temukan produk Telur Asin Bebek Angon Sokita Jaya di supermarket, minimarket maupun toko yang telah menjadi mitra Sokita Jaya. Anda juga dapat melakukan pemesanan langsung melalui kontak kami di website ini.

Bagikan :


Artikel Terkait

© 2018 - , Sokita Jaya. All right reserved.